Rabu, 28 Agustus 2013

TUJUAN SERTA ORIENTASI HIDUP MANUSIA (PENDEKATAN QURANI)



PENDAHULUAN

            Manusia adalah makhluk unik dan penuh misteri, yang tidak pernah habis menjadi objek kajian dan penelitian. Berbagai disiplin ilmu pengetahuan telah mendefinisikan manusia sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing. Ada yang mendefinisikan sebagai homo sapiens (makhluk yang memiliki akal budi), homo luquen (makhluk yang mampu menciptakan bahasa), homo faber (makhluk hidup yang bisa membuat alat perkakas), zoon politikon (makhluk sosial/ bermasyarakat), homo luden (makhluk yang suka main), homo deleqaus (makhluk yang bisa menyerahkan kerja dan kekuasaannya pada orang lain), dan ada pula yang mengatakan animal rationale atau hayawan nathiq (binatang yang berfikir), serta julukan-julukan lainnya.
            Hal ihwal manusia ini ternyata juga banyak dibahas dalam Al-Qur’an. Ada beberapa istilah yang muncul dalam Al-Qur’an, yaitu basyar (35 kali dalam bentuk mufrod dan sekali dalam bentuk mustasna), al-ins (18 kali), al-insan (65 kali), an-naas (240 kali), bani adam ( 7 kali), dan dzuriyah adam (1 kali). Ini menujukkakan bahwa manusia memang makhluk yang penuh misteri. Beberapa penamaan manusia diatas tentunya memiliki makna yang berbeda, hal ini bisa dilihat dari diletakkannya nama-nama itu dalam konteks ayat yang berbeda. Penggunaan nama pada konteks ayat yang berbeda itu berarti pula bahwa manusia memiliki kecenderungan tertentu, kecenderungan taat maupun kecenderungan sesat.